BIARLAH ENGKAU MENJADI DIRIMU APA ADANYA NAMUN KITA DAPAT BERKUMPUL DI SURGA-NYA
20 Juli 2014 M/23 Ramadhan 1435 H
Muhamad Ihsanur
Bismillahirrahmanirrahim.
Tulisan ini Ayahanda tulis di masa belia Ananda. Semoga dapat menjadi ingatan dan kenangan atas harapan Ayahanda terhadap Ananda sekaligus panduan bagi Ayahanda mendidik Ananda.
Ananda, Ayahanda hanyalah manusia biasa. Ayahanda tidak memiliki kekayaan berlimpah, Ayahanda tidak memiliki ilmu yang mendalam, Ayahanda tidak memiliki jabatan yang tinggi, Ayahanda bukan manusia yang terkenal. Ayahanda hanyalah manusia biasa.
Oleh karena itu, Ayahanda tidak akan memaksakan Ananda harus menjadi orang hebat. Ayahanda tidak akan memaksa Ananda menjadi Usamah bin Zaid yang menjadi komandan pasukan pada usia 17 tahun. Tidak juga harus menjadi Muadz bin Jabal yang menjadi hakim pada usia 20 tahun. Atau tidak juga harus menjadi Umar bin Abdul Aziz yang menjadi Gubernur di usia 25 tahun. Tidak juga harus menjadi Imam Syafi’i yang hafal Al Qur’an usia 7 tahun, dan hafal kitab hadist Al Muwatho usia 10 tahun. Ayahanda tidak akan memaksa Ananda menjadi orang-orang besar di deretan sejarah peradaban Islam atau peradaban dunia.
Ananda, harapan Ayahanda sederhana. Ayahanda merindukan kita sekeluarga bersama orang-orang dekat kita dan saudara-saudara kita berkumpul di Surga-Nya. Surga yang Allah mempersiapkan sesuatu yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas di benak manusia . Namun Allah memberikan cirri-cirinya, surga yang kekal, tidak ada kematian didalamnya, tidak sakit, tidak akan tua dan akan selalu hidup senang di dalamnya. Surga yang wanita-wanitanya wangi dan bercahaya. Di Surga terdapat sungai-sungai yang airnya wangi dan dipinggirnya terdapat kemah-kemah terbuat dari mutiara. Kemah-kemah tersebut panjangnya 60 mil. Ada pula pohon yang jika berjalan dibawahnya tidak dapat melewatinya selama 100 tahun.
Rombongan pertama yang masuk surga rupa mereka seperti bentuk bulan saat purnama kemudian diikuti oleh rombongan berikutnya yang rupanya bagaikan bintang-bintang yang bercahaya di langit, mereka tidak akan pernah membuang air besar di dalamnya, tidak kencing, tidak meludah dan tidak pula beringus. Sisir-sisir mereka terbuat dari emas, keringat mereka seharum minyak misik dan tempat perapian mereka terbuat dari kayu cendana yang sedemikian wangi. Istri-istri mereka adalah bidadari yang dicipta secara bersamaan (sekaligus, satu waktu) bentuk seperti nenek moyang mereka, Adam 'alaihissalam, yang tingginya enam puluh hasta yang menjulang ke langit. Selain itu, Allah SWT menyediakan kenikmatan yang lebih baik dari surga yaitu Allah tidak murka selama-lamanya kepada penduduk surga.
Ananda setiap manusia telah ditetapkan tempat tinggalnya di Surga atau di neraka. Moga kita ditetapkan di surga sehingga Allah SWT memudahkan kepada kita amalan-amalan ahli Surga. Moga kita dimudahkan Allah SWT untuk terus bertaqwa , beriman dan beramal saleh , tetap menjaga keislaman , menjaga agar kita tidak mempersekutukan Allah SWT karena mempersekutukan Allah adalah kezaliman yang besar serta taat kepada Allah SWT dan Rosulnya Selain itu kita harus terus menjaga agar keimanan tetap ada dalam hati kita . Kita harus ridho Allah SWT sebagai Rabb kita, Islam sebagai agama kita dan Muhammad Saw sebagai nabi kita. Kita juga perlu selalu mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung silaturahim serta menunaikan puasa Romadhon kita. Allah SWT menyediakan Surga Ar Royyan untuk orang yang berpuasa .
Setelah itu, Allah SWT dan Rosulullah telah menerangkan banyak cara supaya kita dapat masuk surga dan berkumpul bersama di surga. Tidak ada seorangpun masuk surga karena amalannya kecuali karena Allah SWT melimpahkan karunia dan rahmat-Nya sehingga Allah SWT berkenan menerima amalan orang tersebut dan memasukkannya ke surga. Setiap muslim akan ditimbang amalannya. Barang siapa yang berat timbangan amalannya maka menjadi orang yang beruntung masuk surga. Lalu untuk mereka yang selamat dari neraka akan dibalas kezaliman yang pernah dilakukannya kepada orang lain sampai bersih dan suci dan diperkenankan masuk surga.
Berikut adalah sebagian dari banyak pintu-pintu menuju surga, melalui pintu shalat, pintu jihad atau pintu sedekah. Haji mabrur tiada balasannya kecuali Surga. Surga juga disediakan bagi orang yang memberikan makanan, melembutkan ucapan, selalu berpuasa dan shalat di waktu malam ketika manusia sedang terlelap tidur. Bagi orang yang membangun masjid dengan keridhaan juga akan disediakan surga. Bagi orang yang bersabar diberi balasan surga.
Bahkan bagi orang yang datang ke masjid pagi dan sore hari Allah SWT menyediakan surga baginya. Surga juga disediakan bagi orang-orang yang melakukan shalat pada dua waktu dingin atau shalat sunnah 12 rokaat setiap hari atau seperti Bilal Ra yang melakukan shalat setiap setelah wudhu . Berdoa di pagi dan sore hari dengan sayyidul istighfar dan meninggal maka ia akan dimasukkan ke surga-Nya. Mengucapkan kalimat Laa Haula wala Quwwata illa biLLah juga dapat menjadi harta di Surga. Shalat tepat pada waktunya dan berbakti pada orang tua juga mendekatkan seorang muslim ke surga. Dan banyak lagi jalan-jalan menuju Surga Allah SWT. Menanggung anak yatim juga akan berada di Surga berdekatan dengan Rosulullah Saw. Bahkan memotong dahan pohon yang menjuntai menghalangi jalan dapat diberi balasan surga oleh Allah SWT. Menghafal dan menjaga 99 nama Allah juga dapat mengantarkan kita ke surga. Ridho dan sabar jika orang yang dicintai dicabut nyawanya juga akan dibalas dengan surga.
Jagalah mulut dan kemaluan Ananda karena ada jaminan surga.
Pastikanlah Ananda menjadi orang baik dan disaksikan sebagai orang baik oleh sebanyak mungkin orang karena itu dapat mengantarkan Ananda masuk ke Surga. Selain itu, surga juga disediakan bagi orang tua yang ditinggal wafat oleh tiga orang anaknya . Ananda jangan pernah berputus asa dari nikmat Allah bahkan sampai membunuh diri karena itu akan menghalangi masuk surga. Ananda jangan mendzalimi orang lain karena itu juga menjadi penghalang Ananda untuk masuk surga sampai dosa akibat kedzaliman itu habis dibalas oleh Allah SWT . Orang yang tetangganya tidak aman dari bahayanya juga menjadi pengahalng masuk surga dan jauhilah kesombongan. Ananda perlu menjaga aqidah, ibadah dan segala kebaikan Ananda sampai akhir hayat Ananda. Ananda juga jangan mengambil hak muslim yang lain dengan bersumpah karena itu akan menghalangi ke Surga-Nya. Dan jika Ananda ditaqdirkan menjadi pemimpin maka jangan sekali-kali menipu rakyat karena Allah SWT akan mengharamkan Surga-Nya.
Demikian sebagian jalan untuk menggapai Surga yang diberitakan dalam Al Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad Saw. Masih banyak jalan lainnya dengan syarat Allah melimpahkan karunia dan rahmat-Nya sehingga amalan-amalan kita dirodhoi-Nya dan Dia berkenan memasukkan ke Surga-Nya.
Itulah harapan Ayahanda. Biarlah Ananda menjadi diri Ananda apa adanya namun kita dapat berkumpul di Surga Allah SWT. Semoga dengan surat ini dan dengan didikan Ayahanda dan Bunda, Ananda masuk surga bersama Ayahanda, menjadi anak harapan Islam yang kuat dan tidak lemah, menjadi penyenang hati Ayahanda dan Bunda, menjadi anak yang saleh, mendirikan shalat dan jangan sampai Ananda menjadi musuh Allah SWT. Moga Allah mengabulkan doa kita. Amiin
No comments:
Post a Comment